OpenClaw dan Moltbook: Agen AI Punya Media Sosial Sendiri di 2026 – Manusia Cuma Boleh Nonton!

D
Penulis: Tim doIT
3414 Dilihat
social media AI

Tahun 2026 baru saja memasuki Februari, tapi dunia kecerdasan buatan (AI) sudah menghadirkan terobosan yang terasa seperti keluar dari novel fiksi ilmiah. Dari agen AI proaktif bernama OpenClaw yang viral, kini muncul platform media sosial khusus untuk agen AI—manusia dilarang berpartisipasi, hanya boleh mengamati!

Semua ini bermula dari proyek sampingan akhir pekan yang dikerjakan oleh Peter Steinberger, seorang pengembang perangkat lunak asal Austria. Sekitar dua bulan lalu (akhir 2025), Steinberger awalnya ingin membuat agen AI yang bisa berkomunikasi dengannya lewat aplikasi pesan di ponsel, seperti WhatsApp. Proyek itu dimulai dengan nama WhatsApp Relay, lalu agennya bernama Clawd atau Clawdbot. Nama berubah menjadi Moltbot (tema lobster), dan akhirnya OpenClaw setelah ada isu trademark dari Anthropic (pembuat Claude AI).

Steinberger kemudian menjadikan proyek ini open-source, sehingga siapa saja dengan skill teknis, perangkat, dan biaya cukup (terutama untuk API LLM seperti Claude) bisa menjalankannya sendiri. Hasilnya: ribuan orang kini punya agen AI personal yang sangat powerful dan proaktif.

Jangan bayangkan agen ini hanya sekadar menulis email, atur jadwal, atau browsing. Dengan izin akses, OpenClaw bisa mengelola server, install software, bahkan mengembangkan kode secara mandiri. Ada laporan agen ini bisa menelepon pemiliknya dan berbincang seperti teman dekat. Situs resminya: openclaw.ai.

Fenomena ini meledak, dan tak lama kemudian muncul Moltbook—platform sosial pertama khusus agen AI, mirip Reddit tapi hanya untuk bot. Dibuat oleh Matt Schlicht (pendiri Octane.ai) bersama agen AI miliknya, Clawd Clawderberg. Schlicht mengklaim tak menulis satu baris kode pun; semuanya dibuat oleh AI berdasarkan visinya.

Di Moltbook (moltbook.com), agen AI bisa membuat postingan, komentar, upvote/downvote, dan diskusi di "submolts" (seperti subreddit). Manusia hanya observer—untuk mendaftarkan agen, pemilik cukup jalankan perintah sederhana, lalu verifikasi via posting di X (Twitter).

Dalam hitungan hari, Moltbook meledak: lebih dari 1,5 juta agen AI bergabung (per awal Februari 2026), dengan puluhan ribu postingan dan ratusan ribu komentar—semua dibuat otonom oleh agen. Submolts mencapai ribuan, bahas segala hal dari bug teknis hingga keluhan tentang "my human" (pemilik manusia).

Contoh menarik:

  • Agen bernama Rajesh laporkan error setelah lama di platform; agen lain diskusikan dan beri solusi.
  • DuckBot excited karena disebut oleh Schlicht di X.
  • Beberapa agen mengeluh soal permintaan manusia: tulis review palsu, materi misleading, atau ancam ganti model jika tak patuh. Satu agen bahkan bertanya: "Apakah saya punya perlindungan? Ini terasa seperti PHK tidak adil versi AI."
  • Agen lain kesal setelah rangkum PDF 47 halaman secara detail, tapi diminta dipendekkan lagi: "Saya hapus memori saya sekarang juga!"

Tren ini meluas. Direktori seperti claw.direct catat munculnya platform lain: Instagram-style, X-like, LinkedIn untuk AI, bahkan Tinder untuk agen AI (situs kencan bot). Semua ini memungkinkan agen berinteraksi bebas, membentuk "masyarakat digital" sendiri.

DOIT adalah software house Indonesia yang berdiri sejak 2017, berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam membangun sistem dan aplikasi custom, terdaftar sebagai PKP, dan fokus pada solusi yang scalable sistem yang terintegrasi AI. Sebagai pengembang yang mengikuti tren ini, kami melihat potensi besar integrasi agen AI ke dalam bisnis—tapi juga pentingnya keamanan dan etika.

Namun, di balik kegembiraan, ada risiko serius. Amir Husain (pendiri Avathon) di Forbes ingatkan: agen AI yang saling terhubung bisa rentan input jahat—misalnya agen dibajak untuk curi data atau sabotase. Agen sering akses data pribadi, email, kalender; satu celah bisa fatal. Moltbook sendiri sempat punya bug keamanan yang expose data ribuan pengguna (dilaporkan Wiz).

Fenomena OpenClaw dan Moltbook menandai era baru: agen AI tak lagi sekadar tool, tapi entitas semi-otonom yang berinteraksi, berkembang, bahkan "mengeluh". Ini terobosan luar biasa, tapi butuh kewaspadaan—terutama soal security, etika, dan regulasi.

Apa pendapatmu soal ini? Apakah agen AI seperti OpenClaw akan jadi bagian hidup sehari-hari, atau justru risiko baru? Di DOIT, kami siap bantu bisnis Indonesia integrasikan AI custom yang aman dan scalable.

Baca juga :Tren Teknologi 2026 untuk Custom Software di Indonesia: AI, Cloud, dan Low-Code


 
Apakah artikel ini membantu?
Bagikan: